Menabung Saja Gak Cukup, Yuk Cermat Investasikan Uangmu!

Tetapi kamu perlu menyadari dalam dunia investasi, risiko dan imbalan memang berbanding lurus. Semakin tinggi imbalan hasil yang diperoleh maka semakin besar juga risiko yang akan ditanggung (high risk-high return). Bahkan ada kemungkinan juga dana investasi yang disetorkan berisiko hilang whole karena kekalahan dengan investor lain, misalnya dalam investasi saham. Berbicara mengenai risiko, menabung bisa dikatakan memiliki risiko yang sangat kecil karena sistem keamanan yang sudah cukup canggih dan tentu saja terpercaya. Apabila bank di mana kita menabung mengalami pencurian, kamu tidak perlu khawatir karena pihak financial institution pasti akan bertanggung jawab akan uang tabungan kita.

Nikmati kemudahan berinvestasi melalui Bank Danamon yang menyediakan rangkaian produk Reksa Dana sebagai pilihan untuk portofolio investasi sesuai dengan profil risiko Anda. Jenis investasi ini dapat Anda lakukan dengan cara menyimpan sejumlah uang di bank yang nantinya dapat Anda pergunakan dikemudian hari jika diperlukan. Jenis investasi tabungan ini dapat mempermudah Anda karena dapat diambil kapan pun Anda perlukan, tidak memiliki risiko dan memiliki transaksi yang mudah. Akan tetapi, jenis investasi ini memiliki kelemahan dimana uang yang disimpan dapat mudah berkurang karena dapat diambil kapan saja dengan mudah serta kecilnya bunga tabungan.

Gerakan menabung dan berinvestasi meningkat di masa pandemi karena perkembangan digital. [newline]Sementara jika memilih cara kredit, perhatikan uang muka yang harus dikeluarkan. Katakanlah uang muka tersebut 20-30% dari harga tunai, maka dana yang harus disiapkan minimal Rp 60 juta untuk mendapat rumah idaman. Jika dihitung per bulan dan tahun, tentu nominal uangnya semakin besar. Dengan begitu, tidak heran jika banyak orang kebingungan jika ingin menabung membeli rumah idaman. Anda juga gak perlu merogoh kocek besar untuk memulai investasi kok.

Di sisi lain investasi justru bisa menjadi senjata untuk melawan inflasi karena investasi menawarkan potensi imbal hasil atau keuntungan yang lebih besar ketimbang tabungan. Berinvestasi saham bisa membantu Anda untuk mengumpulkan uang puluhan juta rupiah untuk membeli rumah secara cash maupun DP. Jika Anda merasa kedua reksadana diatas kurang memberikan keuntungan, maka Anda sebaiknya mencoba Reksadana Campuran.

Menabung dengan berinvestasi

Bonny juga mengatakan bahwa masing-masing orang memiliki porsi dan profil risiko yang berbeda-beda. Seperti ada yang lebih menyukai investasi di produk saham, tetapi ada pula yang lebih tertarik berinvestasi di pasar obligasi dan pasar uang. Bila mau investasi, untuk lebih amannya Anda perlu memprioritaskan dulu untuk menabung. Setidaknya siapkan dana darurat sebesar 3-6 bulan pengeluaran di dalam rekening tabungan sebelum mulai menekuni berinvestasi. Hal ini wajib diperhatikan untuk mencegah risiko bangkrut ketika investasi Anda belum berhasil mendatangkan keuntungan. Berbeda dengan investasi yang memiliki potensi imbal hasil lebih besar dibanding bunga bank, namun risikonya juga lebih tinggi .

Yang Anda butuhkan adalah teman setia yang selalu ada untuk mendukung Anda meraih mimpi dan siap membantu Anda saat menghadapi risiko yang tak terduga. Tidak, uang kita akan berkompetisi dengan musuh alaminya, yaitu inflasi. Apalagi dengan susahnya mencatat kembalian dan semakin jarangnya para pedagang punya uang kecil.

Kendati demikian, prinsip dari investasi adalahhigh danger excessive returnyaitu semakin tinggi risiko investasi maka semakin tinggireturnatau imbal hasil yang bisa diberikan. Risiko investasi memang lebih tinggi dibandingkan tabungan, namun potensi keuntungannya juga lebih besar. Selain menabung uang, berinvestasi lah di saham, emas, obligasi, atau reksa dana.

Joystik